Headlines News :
Topics :

SOUTIKA ONLINE

Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Beraktifitas dengan Cinta



Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah memandang hati dan amal kalian.” (HR Muslim).

Dari hadits diatas, dapat ditafsirkan bahwa hati dan amal akan selalu berjalan beriringan. Maka sebelum kita melakukan kegiatan hendaknya kita paham substansi dan tujuan dari kegiatan tersebut, sehingga segala aktifitas yang kita lakukan berdasarkan dari hati, ketika sudah berasal dari hati, maka segala yang kita lakukan akan bermuara pada satu rasa, yaitu cinta yang mengarahkan kita kepada nilai-nilai keikhlasan.

Semarak aktifitas Masisir yang padat memang terkadang harus menguras pikiran, tenaga, dan hati. Namun kita harus memahami bahwa segala jerih payah yang kita lakukan belum tentu bernilai ibadah dimata Allah SWT. Karena ada suatu faktor yang menyebabkan pekerjaan seseorang itu diterima atau tidak. Yaitu hati yang penuh dengan keikhlasan. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah mengatakan, bahwa salah satu amalan yang tidak mendatangkan manfaat adalah beramal namun tidak ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.  

Urgensi beraktifitas  dengan cinta sangatlah krusial untuk kita pahami bersama. Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk terus dan terus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. oleh sebab itu, ketika kita belum bisa untuk menuntun hati kita, maka alangkah baiknya senantiasa menjaga hati kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT.

Cinta mendorong kepada perbuatan yang positif. Segala sesuatu yang dilakukan atas dasar cinta, maka tidak akan ada kata lelah dan menyerah. Selalu ada energi positif untuk lebih mengenal dan mencintai  aktifitasnya, semua dilakukan dengan rasa penuh keikhlasan. Dari Tsauban RA., Ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Beruntunglah orang-orang yang ikhlas, merekalah pelita-pelita dalam kegelapan. Segala fitnah yang gelap tampak jelas bagi mereka.” (HR Nasa’i).

Selain rasa keikhlasan dalam hati, maka ada satu lagi yang harus kita pahami. Yaitu aktifitas itu sendiri, apakah mendatangkan manfaat baik untuk dirinya atau orang lain, atau hanya aktifitas yang tidak membawa nilai apa-apa. Maka sebelum kita beraktifitas, hendaknya kita mengetahui manfaat yang bisa diambil dari aktifitas tersebut, karena ini juga merupakan faktor yang menjadikan aktifitas itu sendiri sebagai sarana ibadah di hadapan Allah SWT.

Dari sekian padatnya aktifitas Masisir, alangkah bahagianya mereka yang selalu cinta dan rindu akan amal sholeh, amal yang selalu mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Karena amal shaleh akan mengundang rahmat Allah SWT dan mendatangkan rasa damai dalam jiwa. Sebaliknya, amal maksiat akan mendatangkan keresahan. Sungguh beruntung mereka yang sanggup menjadi orang-orang shaleh, karena Malaikat dan seluruh ummat Muslim senantiasa mendoakannya setiap hari selepas shalat.

Akhirnya, selamat beraktifitas namun tidak hanya sekedar beraktifitas. Hendaknya semua mengandung nilai-nilai ibadah di hadapan Allah SWT dan dilakukan dengan penuh rasa cinta. Agar keridhoan dan cintanya menjadi pelindung disetiap langkah dan perbuatan kita.
 



USAHA DAN DO'A


            Alkisah, pada suatu hari ada seorang  pemuda  yang sedang mengendarai sepeda motor di jalan raya, tiba-tiba hujan turun dengan begitu derasnya seakan-akan ditumpahkan dari langit, dengan segera pemuda ini bertepi di bawah atap sebuah toko, lalu dia membuka helm yang dikenakannya dan seketika itu pula perhatiannya langsung tertuju pada langit yang tertutup oleh awan.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya berkomat-kamit melantunkan sebuah do'a "Ya Allah Engkau tahu aku sedang didesak oleh keadaan, aku harus sampai tujuan dengan segera, oleh karena itu aku memohon kepadaMu, hentikanlah hujan ini ya Allah! Tolonglah hambaMu  ini!"  Dan beberapa saat kemudian hujan pun berhenti. Ternyata  Allah mengabulkan do’anya, ia pun dengan segera  melajutkan perjalanan seraya bersyukur pada Allah karena telah mengabulkan do'anya.

Di waktu yang berbeda, kejadian yang pernah dialami oleh pemuda itu terjadi kembali, hujan turun begitu deras. Ia pun berdo'a kepada Allah agar hujan itu segera berhenti karena ia ingin melanjutkan perjalanannya. Tetapi kali ini do'anya tidak terkabulkan bahkan hujan yang turun pun semakin deras. Sambil menunggu berhentinya hujan, ia sadar bahwa untuk mengantisipasi turunnya hujan di lain hari, ia harus membawa jas hujan untuk dikenakannya ketika hujan mengguyur bumi, dan disaat itu ia berfikir bahwa ada saatnya dirinya harus mengucapkan do'a, tetapi adapula saatnya dirinya harus berusaha pula.

Beberapa hari kemudian, pemuda ini ke kantor tanpa menggunakan sepeda motor yang biasa menemaninya karena mogok akibat kebanjiran. Ketika ingin kembali kerumah, tiba-tiba hujan kembali mengguyur bumi, tetapi sialnya,  jas hujan yang ia bawa raib entah kemana, dia pun mulai bertanya kesana kemari barangkali ada yang bersedia meminjamkannya payung atau menolongnya dari guyuran air hujan, dan do'a pun mulai dipanjatkannya. Tidak disangka-sangka beberapa saat kemudian ada seorang teman yang hendak meninggalkan tempat itu dengan mengendarai mobil berkata, "Hai teman!! rumah kita searah, mari pulang bersamaku, aku akan mengantarkanmu sampai rumahmu." Pemuda itu pun menumpang mobil temannya dan sampai di rumah dengan selamat tanpa kehujanan.

Peristiwa alam yang sama,  yaitu turunnya  hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa selain berdo'a, juga harus ada usaha dan akhirnya berserah diri kepada Allah. Karena kita apabila hanya sekedar mengandalkan do'a saja tanpa adanya usaha dan kerja nyata tidak akan ada perkembangan dan hasilnya akan nihil alias kosong, sedangkan apabila sekedar kerja keras tanpa diiringi doa memungkinkan kita salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya saja. Namun walau sudah berusaha kita juga harus ingat bahwa Allah lah yng memiliki kuasa atas segala sesuatu, maka wajib lah kita menyerahkan dan menyandarkan segala urusan kepadaNya.

Maka yang paling sempurna adalah usaha dan kerja keras kita yang diiringi dengan do'a, Dan Terakhir bertawakkal kepada Allah. Niscaya segala usaha yang telah kita lakukan akan dikabulkan oleh sang Kholiq dan tentu hasil yang kita inginkan akan sukses dan memuaskan.

Jika kita mau membuka hati, kita akan sadar bahwa Allah tidak akan meninggalkan hambanya, tetapi kita sebagai makhluk ciptaanNya harus berupaya dengan segala cara dan usaha, dan tidak diam begitu saja.
Oleh karena itu marilah kita benahi hidup kita untuk senantiasa berdo'a, berusaha dan bekerja keras serta bertawakkal agar supaya apa yang kita inginkan sesuai dengan harapan.Amiin 

KISAH BUAT YANG MAU USIA PANJANG


Ada kisah seorang kakek tua yang dikaruniai usia hingga 119 tahun lamanya. Kondisi fisik yang masih terlihat sehat bugar,pendengaran,pandangan mata dan semangat hidup yang ia kobarkan membuatnya serasa ingin hidup ratusan tahun lagi.

 Ketika ditanya,resep apakah yang kakek lakukan hingga bisa bertahan hidup di atas usia rata-rata manusia saat ini? Sang kakek hanya tersenyum ,seolah-olah tidak memiliki sedikit kelebihan dalam hidupnya. Lalu sang kakek bertutur dengan syahdunya, ”Hidupku jauh terasa lebih indah ketika Tuhan menganugrahkanku cucu-cucu yang sangat mencintaiku, apalagi di kala pagi hari sebelum melepas mereka berangkat ke sekolah. Satu per satu datang kepadaku dan mengayunkan tangannya untuk pamit lalu berkata,”Eyang, pamit dulu mau berangkat sekolah “,akupun lantas merogoh sakuku dan mengeluarkan beberapa uang logam yang memang sudah kupersiapkan sebelumnya untuk sekedar menambah uang saku mereka. Satu per satu dari mereka mendekat padaku lalu ku cium kepalanya sambil kudekap dan berdoa dalam hati semoga kalian kelak jadi anak yang pinter.” Indah sungguh sangat terasa indah sekali.

Itulah yang membuatku berdoa di setiap malamku, ”Ya Allah izinkan aku mencium kening cucu-cucuku lagi di setiap pagi sebelum melepas mereka pergi ke sekolah, maka tambahlah umurku sehari lagi.” Esoknya hal yang sama dilakukan sang kakek,melepas dan mencium cucu-cucunya di pagi hari, berdoa di malam hari untuk meminta tambahan usia sehari lagi, begitu seterusnya ia lakukan hingga bertahun-tahun lamanya. Sampai cucu-cucunya beranjak dewasa bahkan salah salah satu diantaranya sudah menjadi seorang konsultan.

Setiap hendak berangkat bekerja  setiap pagi mereka pasti mampir ke rumah sang kakek hanya untuk setor jidat kepala untuk diciumnya. Hidup ini mestinya harus kita jalani sedemikian indahnya. Walau dengan cara yang sesederhana mungkin seperti apa yang dilakukan sang kakek. Berdoa dan meminta kepada Sang pemilik alam sesuatu yang bisa kita lakukan.

Bagi Allah, meminta tambahan usia untuk hidup sehari lagi amatlah mudah bagi Nya. Dan sang kakek pun selalu konsekuen atas apa yang ia pinta. Jangan minta kaya kalau tidak mau kerja, jangan minta sehat kalau tidak mau menjaga diri dan jangan minta mumtaz kalau tidak mau belajar dengan giat. Berdoalah sesuatu yang mungkin dan bisa diterima oleh akal sehat. Jangan pernah berdo’a, ”Ya Allah pindahkan Sungai Nil ke Indonesia”,karena akal kita pasti mengatakan itu mustahil adanya (Wallahu a’lam).

Itulah yang membuat sang kakek berumur panjang, karena membuat hidupnya indah dan berdo’a meminta sesuatu yang sederhana secara terus menerus atau istiqomah, sehingga Allah kabulkan do’anya. Semoga kita di karuniai umur yang panjang yang penuh berkah,dengan bertambahnya usia di setiap pergantian masa yang akan segera berganti.
 

Qism Tashwir

Qism Tashwir
Rihlah Regezza Alexandria |16-17 Maret 2013

CREW CAKRAWALA

CREW CAKRAWALA
Support : Copyright © 2011. Cakrawala Magazine - All Rights Reserved